Situ yang berada tidak jauh dari pusat kota Tasikmalaya tersebut dibutuhkan perhatian pemerintah setempat, jika pemerintah ada i'tikad serius untuk menjadikan situ tersebut menjadi kawasan obyek wisata andalan. Sehubungan potensi dari situ tersebut memiliki eksotis pesona alamnya yang masih perawan. Tidak lepas dari potensinya yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya, ternyata Situ Cibeureum menyimpan cerita tersendiri. Apalagi di Nusa Pangepulan, yaitu daratan yang berada di tengah-tengah situ tersebut, terdapat sejumlah makam keramat, termasuk makam Ki Bagus Djamri yang konon disebut-sebut sebagai tokoh pertama yang membuat Situ Cibeureum.
Nusa
Pangepulan sendiri, saat ini dikenal sebagai Bumi Perkemahan yang kerap
dijadikan acara kegiatan para kader Pramuka Kota/Kab. Tasikmalaya.
Menurut Kuncen Situ Cibeureum, Atang (60), sekitar 500 tahun lalu atau
sekitar abad 15 Masehi, tinggallah seorang tokoh tua di era kebataraan
Galunggung, yakni seorang tokoh agama jaman Hindu yang dikenal dengan
sebutan Ki Bagus Djamri. Beliau tidak diceritakan asalnya darimana, tetapi berniat menyepi di suatu daerah Pegunungan untuk mendekatkan diri pada sang Maha Kuasa. Tibalah Ki Bagus Djamri itu di suatu tempat yang menurutnya sama persis dengan yang diimpikan, yaitu sebuah pegunungan yang memiliki kolam.
Suatu hari, Ki Bagus Djamri bermimpi bahwa dia harus membuat taman yang penuh dengan bunga-bunga di lokasi dekat kolam. Dalam mimpi itupun, dia harus mendirikan gubuk di suatu bukit yang disebut Nusa “pangepulan” (Perkumpulan).
Ki
Bagus Djamri pun melaksanakan perintah yang muncul dari mimpinya itu.
Dia membangun sebuah taman, lengkap dengan tempat untuk berkumpul di
tempat yang dekat dengan kolam tersebut. Lama kelamaan, kolam tersebut
membesar dan air terus melimpah sehingga membanjiri wilayah itu. Namun,
bagi Ki Bagus Djamzri karena tinggal disuatu Nusa Pangepulan tadi, dia
tidak hanyut dalam air. Air hanya mengelilingi nusa, seperti halnya nusa
di Situ Panjalu Ciamis.Akhirnya, kolam yang tadinya kecil ini membentuk menjadi sebuah situ yang kemudian dinamai Situ Cibeureum. Ki Bagus kemudian mengundang para penduduk lain untuk tinggal di daerah yang berdekatan dengan situ. Bahkan, Nusa Pangepulan yang dulu hanya didiami seorang diri oleh Ki Bagus Djamri mulai ramai didatangi tokoh lain.
Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya sejumlah makam keramat yang mengelilingi makam Ki Bagus Djamri. Keberadaan sejumlah makam itu membuktikan bahwa Nusa Pangepulan ini pernah dijadikan sebagai tempat tinggal.
Tambah atang, di Nusa Pangepulan itu, selain terdapat makam Ki Bagus Djamri, terdapat pula makam Syeh Majagung, Nyi Dambawati, Sugrianingrat, Nyi Ratnaningrum dan Nyi Ratnawulan, dan bangsawan di era Padjadjaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar